Geger Minyakita Rasa Solar di Jawa Tengah, 300 Ton Ditarik Bulog dan Polisi Usut Tuntas Rantai Pasok


Masyarakat Jawa Tengah belakangan ini digegerkan oleh temuan produk minyak goreng subsidi pemerintah, MinyaKita, yang diduga berbau menyengat menyerupai bahan bakar solar. Kasus ini langsung memicu respons cepat dari pihak berwenang. Ribuan paket bantuan pangan yang bermasalah ditarik massal dari peredaran guna melindungi keselamatan masyarakat konsumen.

Keluhan Warga Solo Raya dan Sekitarnya

Keresahan ini bermula dari laporan warga penerima bantuan pangan gratis di sejumlah wilayah Jawa Tengah, khususnya daerah Solo Raya seperti Karanganyar, Klaten, Sragen, dan Wonogiri. Warga mengeluhkan bahwa minyak goreng MinyaKita yang mereka terima mengeluarkan aroma solar atau minyak tanah yang sangat tajam.

Bukan hanya masalah bau, penggunaan minyak tersebut untuk memasak juga mengubah cita rasa makanan secara drastis. Berdasarkan kesaksian masyarakat, makanan yang digoreng menggunakan minyak bermasalah ini memicu efek samping yang tidak nyaman, seperti membuat lidah terasa kering hingga menyebabkan rasa gatal dan sensasi serak (nyegrak) di tenggorokan setelah dikonsumsi.

Langkah Tegas Penarikan Massal oleh Perum Bulog

Merespons keluhan masyarakat yang kian meluas, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke fasilitas pabrik PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) selaku produsen yang memasok minyak tersebut.

Sebagai langkah perlindungan mutlak bagi konsumen, Perum Bulog menginstruksikan penghentian distribusi dan melakukan penarikan massal. Tercatat sekitar 300 ton atau ratusan ribu liter MinyaKita produksi PT KMR yang telah tersebar di program bantuan pangan ditarik kembali dari pasar. Pihak Bulog secara tegas menyatakan tidak akan mentolerir komoditas pangan yang berada di bawah standar mutu nasional.

Investigasi Polisi pada Seluruh Rantai Pasok

Di sisi lain, aparat kepolisian bersama Tim Satgas Pangan bergerak cepat untuk mengusut tuntas penyebab kontaminasi ini. Tim investigasi menguji sampel minyak di laboratorium guna memeriksa apakah aroma menyerupai bensin atau solar tersebut berasal dari proses pengolahan, pengemasan, atau jalur pengiriman logistik.

Bagi warga yang telah telanjur menerima produk MinyaKita berbau solar tersebut, diimbau untuk tidak mengonsumsinya. Perum Bulog bersama pihak produsen menjamin bahwa masyarakat akan mendapatkan produk pengganti yang baru secara gratis, demi memastikan hak konsumen atas pangan yang aman, bermutu, dan layak tetap terpenuhi.


baca: 300 Ton ditarik bulog dan polisi usut tuntas rantai pasok