Nyawa Ribuan Ayam Melayang dalam Hitungan Menit: Dibalik Aksi Nekat Peternak Buang Bangkai ke PLN Palangkaraya
PALANGKARAYA — Pemandangan memilukan menghiasi kantor PLN Palangkaraya saat para peternak lokal menghampar sekitar 1.500 bangkai ayam di halaman gedung tersebut. Aksi protes ekstrem ini dipicu oleh kekecewaan mendalam atas pemadaman listrik bergilir berjam-jam yang memicu kematian massal ternak mereka.
Pemadaman listrik di wilayah Palangkaraya yang berlangsung antara 3 hingga 6 jam menjadi pukulan mematikan bagi peternak bersistem kandang tertutup (closed house).
Meski sebagian besar peternak telah menyiagakan generator cadangan (genset), durasi pemadaman yang sangat panjang serta jadwal yang berubah mendadak kerap memicu gangguan teknis, seperti mesin genset overload atau kegagalan panel pengalih otomatis (Automatic Transfer Switch).
Mengapa Listrik Padam Sangat Fatal Bagi Kandang Closed House?
Kandang closed house dirancang rapat tanpa ventilasi alami demi menjaga efisiensi ruang dan higienitas. Seluruh ekosistem kandang mengandalkan kipas blower berdaya listrik tinggi. Begitu arus listrik terputus dan daya cadangan gagal menopang, situasi fatal langsung terjadi:
Terhentinya Sirkulasi Udara: Kipas berhenti menyedot oksigen dan membuang udara kotor.
Penumpukan Gas Beracun: Gas amonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2) dari kotoran ayam mengendap cepat di ruang bawah kandang.
Mati Lemas dalam 15–30 Menit: Tanpa kelenjar keringat, ayam tidak mampu menahan lonjakan suhu ekstrem. Dalam 15 hingga 30 menit pertama sejak kipas mati, kombinasi panas, penumpukan gas beracun, dan ketiadaan oksigen membuat ribuan ayam mengalami heat stress parah lalu mati lemas (asfiksia).
Jeritan Keputusasaan dan Langkah Evaluasi
Meskipun membuang bangkai ternak di tempat umum berisiko memicu pencemaran lingkungan dan penyakit (biohazard), aksi nekat ini merupakan simbol keputusasaan peternak. Investasi ratusan juta rupiah untuk pakan, bibit, dan perawatan selama berbulan-bulan musnah seketika tanpa kepastian ganti rugi.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi kedua belah pihak. PLN didesak untuk meningkatkan transparansi informasi pemadaman bergilir serta menyediakan ruang komunikasi bagi pelaku usaha vital. Sementara bagi peternak, keberadaan sistem alarm pemadaman listrik, perawatan rutin genset, serta pemasangan ventilasi darurat otomatis (drop-side curtain) menjadi aspek krusial demi mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Bagaimana Tanggapanmu? simak selengkapnya di : Peternak Buang Bangkai ke PLN Palangkaraya