Lagi Kebakaran Kok Malah di Suruh Pakai Tepung?

Biasanya kalau terjadi kebakaran, air menjadi salah satu cara yang paling umum digunakan untuk memadamkan api. Namun, belakangan muncul gagasan yang membuat banyak orang penasaran: memadamkan kebakaran menggunakan bahan berbasis tepung ubi atau singkong.


Gambar ilustrasi

Gagasan tersebut muncul dalam pembahasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Presiden Prabowo Subianto mendorong agar inovasi berbahan tepung ubi atau singkong tersebut dikaji dan diuji lebih lanjut.

Yang membuatnya semakin menarik adalah istilah “ubi bombing” yang kemudian digunakan untuk menggambarkan konsep tersebut. Istilah ini dianalogikan dengan water bombing, yaitu metode penanganan kebakaran menggunakan pesawat atau helikopter untuk menjatuhkan air ke lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

Lantas, apakah benar tepung bisa digunakan untuk memadamkan api?

Bukan Tepung Dapur yang Dilempar ke Api

Istilah “tepung untuk memadamkan kebakaran” memang terdengar aneh. Namun, masyarakat tidak seharusnya memahami konsep tersebut sebagai mengambil tepung yang ada di dapur kemudian menaburkannya ke kobaran api.

Yang sedang dibahas adalah material berbasis tepung ubi atau singkong yang perlu dikembangkan dan diuji sebagai bahan pemadam. Cara penggunaan, komposisi, hingga efektivitasnya masih perlu diteliti sebelum dapat diterapkan secara luas.

Hal tersebut juga penting karena tidak semua jenis tepung atau serbuk aman ketika digunakan di sekitar api. Serbuk tertentu dapat memiliki risiko terbakar apabila partikelnya tersebar di udara dalam kondisi tertentu.

Karena itu, video percobaan yang beredar di media sosial tidak bisa langsung menjadi bukti bahwa tepung biasa efektif memadamkan semua jenis kebakaran.

Disebut Alternatif Water Bombing

Konsep “ubi bombing” diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam penanganan karhutla, terutama ketika petugas menghadapi lokasi yang sulit dijangkau.

Namun, inovasi ini bukan berarti metode water bombing akan langsung digantikan. Berbagai metode pemadaman tetap diperlukan sesuai kondisi kebakaran di lapangan.

Pemerintah masih membutuhkan pengujian untuk mengetahui seberapa efektif material berbasis tepung ubi tersebut dalam membantu memadamkan api dan apakah dapat digunakan dalam skala besar.

Jadi, pertanyaan “lagi kebakaran kok malah disuruh pakai tepung?” memang terdengar unik, tetapi yang dimaksud bukan tepung makanan biasa.

Konsep tersebut merupakan inovasi bahan pemadam berbasis ubi atau singkong yang masih dalam tahap pengembangan dan pengujian. Masyarakat juga sebaiknya tidak mencoba memadamkan kebakaran besar menggunakan tepung secara mandiri dan tetap menghubungi petugas pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran.


Bagaimana Pendapatmu Tentang hal ini? simak lengkapnya : Ubi Bombing jadi alternatif pemadaman kebakaran?