Bukan Konser, Ratusan Orang Tua di Jogja Rela Antre Subuh Demi Kursi Bimbel


Gambar ilustrasi

YOGYAKARTA – Ratusan orang tua di Yogyakarta rela datang sejak subuh, bahkan sebagian disebut menginap, demi mendapatkan nomor pendaftaran bimbingan belajar (bimbel) untuk anak mereka.

Fenomena tak biasa itu terjadi di Bimbel Exist, Jalan Gayam, Gondokusuman, Yogyakarta. Antrean panjang tersebut kemudian viral dan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Jika biasanya antrean panjang identik dengan tiket konser atau barang yang sedang diburu, kali ini para orang tua justru rela menghabiskan waktu sejak dini hari demi mendapatkan kursi bimbel.

Tingginya antusiasme tersebut berkaitan dengan terbatasnya kuota peserta. Bimbel Exist disebut menyediakan sekitar 400 kursi bagi peserta didik.

Para orang tua datang lebih awal karena ingin memastikan anak mereka mendapatkan tempat belajar tambahan untuk menghadapi berbagai persiapan akademik.

Bagi sebagian keluarga, bimbingan belajar menjadi salah satu cara untuk membantu anak menghadapi persaingan pendidikan, termasuk persiapan menghadapi Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA) DIY.

Fenomena ini juga memperlihatkan masih kuatnya perhatian orang tua terhadap sekolah yang dianggap memiliki reputasi baik atau menjadi pilihan favorit.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan fenomena tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai tanda adanya ketimpangan kualitas antar-SMA negeri di Yogyakarta.

Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik, program, lingkungan, budaya, dan keunggulan masing-masing.

Pilihan orang tua terhadap sekolah juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan persepsi yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, orang tua dan siswa diharapkan tidak hanya melihat nama atau reputasi sebuah sekolah. Berbagai faktor seperti program pendidikan, lingkungan belajar, prestasi, hingga minat dan bakat anak juga perlu dipertimbangkan.

Di sisi lain, keberadaan bimbel tetap menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan persiapan tambahan bagi anak.

Antrean panjang di Bimbel Exist akhirnya bukan sekadar menunjukkan tingginya minat terhadap lembaga les. Fenomena tersebut juga menggambarkan besarnya perhatian orang tua terhadap pendidikan dan persiapan masa depan anak.

Namun, keberhasilan pendidikan tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan masuk ke sekolah tertentu. Potensi, karakter, kreativitas, dan kenyamanan anak dalam belajar juga menjadi bagian penting dalam menentukan perjalanan pendidikan mereka.


Simak lengkapnya : Fenomena "War Kursi" bimbel di Yogyakarta