Bukan Penulis! Yusril Buka Suara soal Buku ‘Islam ala Prabowo’
Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi perbincangan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya dalam buku tersebut.
Yusril menegaskan bahwa dirinya bukan penulis buku tersebut. Ia mengatakan keterlibatannya hanya sebagai narasumber yang pernah diwawancarai oleh tim penyusun buku.
Menurut Yusril, wawancara tersebut dilakukan cukup lama sebelum dirinya dilantik sebagai menteri. Setelah wawancara selesai, ia mengaku tidak pernah melihat kembali transkrip maupun naskah hasil wawancara tersebut sampai buku diterbitkan.
Yusril juga menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam menentukan judul buku, konsep, maupun pembiayaan penerbitannya. Karena itu, ia meminta agar posisinya sebagai narasumber tidak disalahartikan sebagai pihak yang berada di balik penyusunan buku.
Meski tidak terlibat dalam proses penyusunan, Yusril mengatakan telah membaca buku tersebut secara utuh. Ia menilai pandangan yang disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik di dalam buku.
Ia juga menyatakan bahwa pandangan yang disampaikannya merupakan pendapat pribadi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Yusril tidak mempermasalahkan apabila pendapat tersebut digunakan sebagai bagian dari materi buku.
Perhatian publik terhadap buku tersebut tidak lepas dari judulnya yang mengaitkan Islam dengan Presiden Prabowo Subianto. Judul tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dan perbincangan di ruang publik.
Yusril berharap masyarakat dapat melihat dan memahami buku tersebut secara utuh, bukan hanya berdasarkan judul atau potongan informasi yang beredar.
Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam sebelumnya diluncurkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta pada 26 Agustus 2025.
Dengan klarifikasi ini, Yusril kembali menegaskan bahwa perannya dalam buku tersebut sebatas narasumber wawancara, bukan penulis maupun pihak yang menentukan judul dan konsep buku.
Simak lebih lanjut : Ramai Perbincangan Soal Buku Islam Ala Prabowo